Artikel Terkini

√ Hukum Mencukur Jenggot Bagi Pria, Berdosa atau Tidak ?

√ Hukum Mencukur Jenggot Bagi Pria, Berdosa atau Tidak ?
√ Hukum Mencukur Jenggot Bagi Pria, Berdosa atau Tidak ? 1

Jenggot adalah salah satu ciri khas pria. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun memerintahkan agar setiap laki-laki dari umatnya untuk memelihara jenggot. Lalu bagaimana jika jenggot kita terlalu lebat ? Apakah boleh mencukur jenggot dengan niat untuk membuatnya terlihat rapih ? Berdosakah jika kita mencukur habis jenggot ? Mari sama-sama temukan jawabannya.

hukum mencukur jenggot

Hukum Memelihara Jenggot

Rasulullah mensunnahkan bagi setiap pria yang memiliki jenggot untuk merawatnya. Sunnah ini tidak berlaku bagi orang yang secara fitrah tidak bisa tumbuh jenggotnya. Dalil untuk merawat jenggot ini ada di hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot. (HR. Muslim, No. 625)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa,

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot. (HR. Muslim, No. 624)

Memelihara jenggot diperintahkan langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Berdasarkan kaidah hukum hadits bahwa hukum asal suatu perintah Rasul adalah wajib. Jadi, jika Nabi Muhammad menyuruh kita untuk membiarkan jenggot, itu artinya adalah perintah dan wajib dilaksanakan. Lalu untuk beberapa laki-laki yang tidak bisa tumbuh jenggotnya tidak wajib menjalani perintah ini. Alasannya Rasulullah hanya memerintahkan membiarkan jenggot, tapi bukan untuk menumbuhkan jenggot.

Hukum Mencukur Jenggot Sampai Habis

Setiap pria memang diwajibkan membiarkan dan memelihara jenggotnya. Namun apakah boleh kita memendekan jenggot supaya terlihat rapih ? Atau bolehkah kita memotong jenggot sampai habis ?

Untuk pertanyaan pertama, hukumnya adalah boleh. Kita dibolehkan memendekan jenggot supaya terlihat lebih rapih. Misalnya, jenggot kita terlalu panjang dan lebat dan terlihat berantakan, maka kita dibolehkan untuk memendekannya supaya lebih enak dilihat. Dalilnya adalah perbuatan Ibnu Umar yang setiap kali berhaji atau umroh, beliau menggenggam jenggotnya lalu memotong sisanya. Hal ini disepakati oleh sebagian ulama yang membolehkan memotong jenggot dengan catatan memotong dengan ukuran satu genggaman tangan.

Perbuatan Ibnu Umar tersebut muncul karena beliau memahami firman Allah mengenai manasik,

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan memendekannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (QS. Al-Fath: 27)

Lalu untuk pertanyaan kedua, apakah boleh memotong jenggot sampai habis ? Jawabannya adalah tidak boleh alias haram. Kenapa ? Alasannya adalah karena memotong jenggot sampai habis akan menyelisihi anjuran Nabi dan mengikuti kaum non muslim. Mencukur jenggot sampai habis termasuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi. (HR. Muslim, No. 626)

Selain itu, memotong jenggot sampai habis juga melanggar fitrah laki-laki sebagai manusia. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu,

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.(HR. Muslim, No. 627)

Bolehkah Menumbuhkan Jenggot dengan Obat ?

Seperti yang dijelaskan di atas, hukum memelihara jenggot hanya untuk laki-laki yang sudah tumbuh jenggotnya. Sedangkan sebagian orang ada yang tidak dianugerahi jenggot lebat, atau tidak memiliki jenggot sama sekali. Haruskan orang yang tidak memiliki jenggot menggunakan obat atau ramuan khusus untuk menumbuhkan jenggot ?

hukum mencukur jenggot bagi pria

Jawabannya adalah tidak perlu karena Rasulullah tidak memerintahkan kita untuk menumbuhkan jenggot. Yang diperintahkan Rasul hanya memelihara jenggot, artinya hukum memelihara jenggot hanya untuk laki-laki yang punya jenggot lebat dan tumbuh panjang. Bagi siapapun yang jenggotnya panjang dibolehkan untuk mencukur jenggot dengan niat untuk merapihkan. Jangan sampai jenggot tumbuh terlalu panjang, lebat, dan acak-acakan karena pastinya akan membuat penampilan seorang muslim kurang enak dilihat. Mencukur jenggot pun tidak boleh sampai habis, minimal hanya seukuran satu genggaman tangan.

√ Hukum Mencukur Jenggot Bagi Pria, Berdosa atau Tidak ? 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo

Back to list