Artikel Terkini

Ilmuwan Modern Pertama di Dunia Optik

Ilmuwan Modern Pertama di Dunia Optik
Ilmuwan Modern Pertama di Dunia Optik 1

Ibnu Haitham (Ibn Al Haytham) atau Abu Ali Muhammad Al Hasan bin Al Haitsam adalah ilmuwan ternama dunia di dunia optik. Di negara barat Ia dikenal sebagai Alhazen. Ibnu Haitham lahir pada 965 M di Basrah, Irak. Ia adalah seorang fisikawan terkemuka di dunia optik dengan metode ilmiah yang luar biasa. Penelitiannya mengenai cahaya jadi inspirasi para ahli sains barat, seperti: Roger Bacon dan Kepler untuk menciptakan mikroskop dan teleskop.

Ibnu Haitham menimba ilmu di Baghdad. Ia pernah diminta ke Mesir untuk menemukan cara mengendalikan banjir Sungai Nil. Namun usahanya untuk mengatur aliran sungai Nil gagal dan dia khawatir akan dihukum oleh Al Hakim. Untuk menghindari hukuman, ia berpura-pura gila sampai Al Hakim wafat. Selain pernah ke Mesir, ia juga pernah melakukan perjalanan ke Spanyol untuk memperdalam penelitian ilmiah yang meliputi: optik, matematika, fisika, kedokteran, dan lainnya.

Ibnu Haitham Si “Bapak Optik”

Ibnu Haitham banyak melakukan penelitian mengenai perjalanan cahaya melalui berbagai media. Ia juga yang menemukan hukum refraksi. Selain itu, Ia juga pernah melakukan percobaan pertama pada penyebaran cahaya dan menemukan susunan warna dari cahaya. Karya pertama Ibn Al Haytham adalah kitab Al Manadhir atau kitab optik. Karya ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad pertengahan.

ibnu haitham

Semasa hidupnya, Ibn Haitham pernah membahas tentang warna matahari terbenam, Dia juga pernah membahas secara panjang lebar tentang teori berbagai fenomena fisika seperti bayangan, gerhana matahari dan bulan, pelangi, dan teori tentang sifat fisik cahaya.

Proses Penglihatan Manusia

Ibnu Haitham adalah orang pertama yang secara akurat dapat menggambarkan berbagai bagian mata sekaligus menjelaskan proses penglihatan manusia. Dia juga pernah memberi penjelasan mengenai peningkatan ukuran matahari dan bulan ketika dekat cakrawala.

Selain itu, Dia juga pernah membantah teori penglihatan Ptolemeus dan Euclid yang menyatakan bahwa objek terlihat karena terkena sinar cahaya yang dipancarkan dari mata. Menurut teori Ibn Haytham sinar berasal dari objek itu sendiri, bukan dari mata. Melalui penelitiannya tentang optik, ia dianggap sebagai Bapak Optik Modern.

Kontribusi Ibn Al Haytham Di Dunia Optik

Tidak bisa dipungkiri, kitab Al Manadhir yang sudah diterjemahkan ke bahasa latin banyak memberi kontribusi bagi pengetahuan di barat. Dalam bukunya yang lain, yaitu Meezan Al Hikmah, Ibnu Haitham membahas tentang kepadatan atmosfer dan mengembangkan hubungan antara atmosfer dan ketinggian. Dia juga mempelajari refraksi atmosfer dan menemukan bahwa senja hanya berhenti atau dimulai ketika matahari berada di sudut 19 derajat di bawah cakrawala.

Kontribusi Ibnu Haitham di bidang matematika dan fisika juga sangat besar. Dalam dunia Matematika, ia pernah mengembangkan geometri analitik dengan membangun hubungan antara aljabar dan geometri. Dia mempelajari gerak suatu benda dan Ibn Haytham adalah orang pertama yang menyatakan bahwa benda bergerak terus menerus kecuali ada gaya dari eksternal yang menghentikan atau mengubah arah geraknya. Penelitiannya ini berkaitan dengan hukum gerak pertama.

Ibnu Haitham dan Kitab Al Manadhir

Kitab Al Manadhir yang diterjemahkan menjadi The Book of Optics adalah karya Ibnu Haitham yang terkenal. Karyanya ini membuatnya dijuluki sebagai “Bapak Ilmu Optik Modern.” Buku ini terdiri dari 7 jilid. Menariknya, buku ini dibuat saat ia sedang dipenjara selama 10 tahun di Kairo.

Buku Al Manadhir menjelaskan tentang teori cahaya. Teorinya sangat revolusioner dan berbeda dari teori yang berkembang di timur dan barat saat itu. Ia adalah ilmuwan yang menentang teori Ptolemy dan Euclid. Teorinya menjelaskan bahwa mata tidak mengeluarkan cahaya untuk melihat, melainkan cahaya dipantulkan oleh benda lalu masuk ke mata sehingga manusia bisa melihat. Tidak hanya itu, ia juga pernah bereksperimen dengan kamera lubang jarum (pinhole camera).

ibnu haitham bapak optik

Di dalam kitab Al Manadhir terdapat penjelasan tentang teori pembiasan cahaya. Eksperimen yang Ibnu Haitham lakukan adalah dengan memilah cahaya putih menjadi warna pelangi. Tidak hanya itu, Ibn Haytham juga berjasa besar dalam menjelaskan penggunaan dan cara kerja dari lensa cembung (convex). Teori Convex Ibnu Haitham digunakan pada abad ke-13 untuk membuat kacamata.

Kitab Al Manadhir sudah membahas tentang sifat cahaya, 7 abad sebelum Isaac Newton mengulas hal yang sama pada karyanya.

Dalam setiap karyanya, Ibnu Haitham selalu menyajikan hipotesis dan data berbasis eksperimen. Banyak ahli menjulukinya sebagai Ilmuwan Modern Pertama. Ibnu Haitham banyak mempelopori penggunaan eksperimen dengan parameter terkontrol untuk verifikasinya pada teori.

Ibnu Haitham dianggap sebagai salah satu ilmuwan yang berkontribusi di perkembangan dunia modern. Semua karyanya tentang optik dan cahaya memberi kontribusi besar di berbagai peradaban. Semua karyanya sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari kita.

Ilmuwan Modern Pertama di Dunia Optik 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo

Back to list