Artikel Terkini

Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan

Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan
Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan 1
Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan
Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan
Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan 2

BincangSyariah.Com– Merespon ISIS serang kuil Sikh. Peristiwa ini imbas kasus penghinaan kepada Nabi yang dilakukan oleh politikus India, Jindal dan Sharma berujung pada reaksi beberapa kelompok muslim.

Pernyataan kedua politikus tersebut yang mengandung penghinaan terhadap Nabi menuai banyak protes. Beberapa kelompok bahkan merasa punya otoritas untuk ‘membela’ Nabi Muhammad, termasuk aksi ISIS yang menyerang kuil Sikh di Afghanistan. (Baca juga: ISIS Gagal Paham Soal Esensi Ajaran Islam).

Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan 3

Sikh adalah agama yang menganut paham panteisme yaitu, meyakini Tuhan Yang Esa dan menganggap bahwa alam semesta adalah manifestasi Tuhan. Ajaran ini pertama kali dibawa oleh Guru Nanak 1469-1539 dari kota bernama Nankana Sahib yang kini masuk wilayah Pakistan. Tentu, agama lahir sebelum adanya pemisahan Pakistan dan India.

Pemeluk agama Sikh tersebar di beberapa negara meskipun ia adalah minoritas. Di India saja, pemeluk agama Sikh hanya dua persen dari 1,2 milyar penduduk India. 

Merespon ISIS Serang Kuil Sikh

Aksi penyerangan kuil Sikh oleh ISIS di Kabul, Afghanistan dilakukan pada Sabtu, 18 Juni 2022. Mereka mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas penghinaan Nabi Muhammad yang dilakukan oleh Nupur Sharma, seorang politikus India beberapa hari sebelumnya di sebuah kanal televisi.

Meksi tayangan tersebut telah ditarik dan Nupur telah menarik pernyataannya, beberapa kelompok Muslim di dunia sudah menyatakan protes, termasuk kelompok PA 212 di Indonesia. 

Penyerangan terhadap kuil Sikh disinyalir karena agama ini berasal dari India. Meski Sikh berbeda dari Hindu, tapi asal mula lahirnya agama ini berasal dari pemeluk agama Hindu. Sebelum Taliban berkuasa di Afghanistan, kota tersebut menjadi tempat berlindung bagi pemeluk agama Sikh dan Hindu. 

Aksi penyerangan kuil Sikh yang merugikan banyak pihak terutama pemeluk agama tersebut tidaklah dibenarkan. Sekalipun ISIS menyatakan bahwa penyerangan tersebut merupakan bentuk pembalasan terhadap politikus India yang menghina Nabi Muhammad.

Pembalasan hinaan dengan aksi kekerasan sekalipun tidak pernah dilakukan oleh Nabi sendiri saat beliau hidup. Nabi justru merangkul sesiapa yang pernah menghinanya, mendoakan kebaikan untuk mereka. 

Kita tentu telah maklum bahwa bentuk penolakan, penyerangan, dan penghinaan telah diterima oleh Nabi Muhammad selama hidup saat menyampaikan risalah kenabian. Tapi sekalipun tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi melakukan pembalasan berupa aksi yang sama atau penyerangan. 

Nabi merupakan sosok manusia yang berhati lapang dan berjiwa besar. Sebagaimana yang pernah terjadi, Nabi pernah dihina sebagai orang gila oleh orang-orang kafir sebagaimana yang direkam oleh Allah dalam surat al-Hijr ayat 6, 

وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ

Dan mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.”

Nabi juga pernah dihina sebagai tukang sihir, penyair, dukun, dan sematan-sematan buruk. Tidak hanya penyerangan verbal, tapi juga penyerangan fisik. Nabi pernah dilempari kotoran saat bersimpuh di Kakbah, Nabi pernah dilempari batu dan ditolak saat di Thaif.

Tapi Nabi justru memanjatkan doa kebaikan kepada mereka, bahkan Jibril sempat menawarinya untuk menimpakan mereka dengan gunung. Saat darah masih bercucuran, Nabi kemudian berdoa;

 إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْنِي طَعَّانًا وَلَا لَعَّانًا وَلَكِنْ بَعَثَنِيْ دَاعِيًا وَرَحْمَةً، اللهم اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: Artinya, “Sungguh Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan bukan (pula) orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui!” (HR Al-Baihaqi).

Betapa indah doa yang dipanjatkan oleh beliau, dan betapa lapang hatinya memaklumi perbuatan kaum Thaif. 

Maka kekerasan yang dilakukan oleh ISIS bukanlah sebuah pembelaan atas penghinaan Nabi, tapi serangan yang didorong oleh nafsu semata atau bahkan kepentingan politik tertentu. (Baca juga: Dr. Phil. Suratno: Tidak Memulangkan Eks-ISIS Sudah Tepat Secara Politis, Tapi Memikirkan Perspektif Korban Tetap Harus Dipertimbangkan).

 ISIS, kelompok Islam militan yang ekstrim ini adalah kelompok yang bercita-cita mendirikan negara Islam, cita-cita penuh ilusi dan menyebarkan dakwah dengan kekerasan dan perang bahkan pembunuhan serta pemerkosaan. Aksi-aksinya sudah dikecam oleh banyak negara termasuk oleh PBB. 

Perasaan marah terhadap aksi penghinaan kepada Nabi secara spontan adalah bentuk cinta. Tapi sudah berbeda jika melakukan pembalasan berupa kekerasan verbal atau fisik kepada penghinanya, apalagi kepada kelompok tertentu yang sama sekali tidak terlibat.

 

Merespon ISIS Serang Kuil Sikh; Tidak Ada Pembelaan Nabi dengan Kekerasan 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Back to list