Artikel Terkini

Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian

Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian
Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian 1
Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian
Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian
Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian 2

BincangSyariah.com – Resensi buku Rahasia Ruh dan Kematian karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Buku Rahasia Ruh dan Kematian Ibnu Qayyim ini banyak sekali diburu oleh orang yang ingin mengetahui seputar dunia ruh.

Kendati demikian ruh adalah urusan Allah, dan manusia hanya tahu sedikit. Cenderung rahasia, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. (Baca : Membincang Buku: Metode Pemahaman  Al-Qur’an dan Hadis Antara Liberal dan Salafi).

Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian 3

Apa itu hakikat ruh? Di mana letak ruh? Bagaimana bentuknya? Apakah kita bisa melihatnya? Ketika orang yang kita cintai meninggal, ke mana ruhnya berada? Benarkah ruh orang yang sudah tidak bisa saling bertemu dan mengunjungi?

Adakah bukti bahwa ruh orang mati bisa melihat siapa saja yang menziarahi makamnya? Apakah ruh orang yang sudah wafat dapat memperoleh manfaat dari amal yang ia lakukan ketika hidup?

Inilah beberapa pertanyaan yang kadang untuk sekedar bertanya saja kita takut. Dan buku ini menjawabnya dengan lengkap dan mudah dipahami. Memakai dalil-dalil al-Quran, hadis Nabi, dan beberapa pendapat ulama terpercaya.

Ruh adalah hal terdekat dengan manusia, tetapi paling tidak dikenal. Ia hadir kemana pun manusia melangkah, namun tak pernah bersentuhan secara sadar. Ruh menjadi energi yang menghidupkan, tetapi kehadirannya tak pernah disadari.

Tentang ruh adalah misteri yang menjadi rahasia sepanjang masa. Dalam al-Qur’an surat al-Isra: 85, Allah berfirman, “Engkau akan ditanya (ya Muhammad) tentang ruh, katakanlah ruh itu adalah urusan Tuhanmu,”. Maka Rasulullah pun tak banyak menjelaskan tentang hal ini.

Namun Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengulas seputar ruh secara mendalam, hingga 590 halaman. Ia melakukan riset komprehensif dalam al-Quran dan al-Hadits tentang semua hal terkait terminologi ruh dan sinonimnya, seperti nafs.

Menurut lbnu Qayyim, semenjak ruh diciptakan dan ditiupkan ke dalam tubuh bayi dalam rahim ibunya, ia terus mendampingi fisik itu sampai tua dan mati. Namun ruh sendiri terus bertahan hidup. Ia mengalami periode jasad yang hanya sebentar dan periode setelah kematian fisik yang jangka waktunya sampai akhir dunia.

Saat seorang individu meninggal, ruh dicabut oleh malaikat Izrail dari jasad, lalu dijemput malaikat lainnya untuk dibawa ke langit. Demi menghadapkan ruh yang baru dicabut itu ke hadapan Allah, sang malaikat menembus langit satu ke langit lainnya ke tempat yang tinggi, sampai ruh itu dihadapkan pada Allah dan ditentukan sebagai penghuni illiyyin atau sijjin.

Illiyyin adalah surga, sedangkan sijjin yaitu ruang sempit yang terletak di bawah perut bumi lapis ketujuh. Dari putusan Allah itulah nasib ruh itu ditentukan, apakah ia akan tetap eksis di dunia pada fase berikutnya atau menjalani pengekangan yang amat pedih.

Pada dasarnya semua ruh tetap ada di dunia setelah kematian. Maka dari itu ia menempati ruang dan melakukan aktifitas, termasuk berinteraksi dengan ruh lain sebagaimana kehidupan sosial di dunia.

Di alam kubur ada dua situasi. Ada ruh yang diazab dan terkekang, ada pula yang diberi nikmat dan kebebasan. Ruh-ruh yang diazab akan disibukkan oleh siksaan yang diterima. Adapun ruh yang saleh akan tetap diberi nikmat.

Setiap ruh bersama pendampingnya sebagaimana amalnya di dunia. Ruh Rasulullah Muhammad saw, menurut Ibnu Qayyim, berada di ar-Rafiq al-A’la, yaitu tempat yang sangat tinggi.

Allah berfirman dalam QS An-Nisa: 69, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

Opini yang terkuat mengatakan, ruh kaum beriman berada di dalam kuburnya masing-masing. Namun ada yang mengatakan, mereka berada di serambi surga, tepat di depan gerbangnya. Dengan begitu, aroma semerbak, bayangan nikmat dan pelbagai rezeki dari surga bisa sampai kepada mereka.

Ruh-ruh saleh akan mampu bersua dengan orang yang masih hidup dan hal itu bisa terjadi di alam mimpi. Karena mereka bersemayam di kuburnya, ruh masih bisa mengetahui keberadaan jasadnya dan dia menjawab salam orang-orang yang mengunjungi kuburannya. Betapa bahagianya ruh apabila dikunjungi keluarga dan saudaranya. Ruh itu dapat mengamini do’a yang dipanjatkan peziarahnya.

Untuk itulah Rasulullah SAW telah menetapkan syariat, jika kaum Muslimin melalui kuburan saudara seiman hendaklah mengucapkan “Assalamu’alaika ya ahlal qubur,”. Penjelasan Ibnu Qayyim dalam buku ini menjawab 21 pertanyaan mendasar tentang ruh. Metode penjelasannya pun dengan cara tanya jawab. 

Demikian penjelasan mengenai Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Semoga Bermanfaat. (Baca Juga: Resensi Buku Nasihat Pernikahan: Imam al-Ghazali)

Kitab ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin mengetahui dunia ruh dan kematian. Untuk pemesanan kitab, silahkan klik disini!

Judul: Rahasia Ruh dan Kematian

Penulis: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Penahkik : Syekh M Ayyub al-Ishlahi

Penerbit : Turos Pustaka

Genre : Spiritual/Religi

Tebal : 593 halaman

ISBN: 9786237327417

Resensi Buku Rahasia Ruh dan Kematian 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Back to list